Showing posts with label Inspiring. Show all posts
Showing posts with label Inspiring. Show all posts

27 Tahun Berjualan Mie Ayam: Bapak Ini Mampu Sarjanakan Anak Hingga Naik Haji

Dari semangkuk mi ayam yang biasa kalian beli pada penjual mi ayam keliling ada rezeki luar biasa. nurnaip ataupun yang akrab terpanggil pak nur tercantum salah satu penjual mi ayam keliling. dia jadi penjual mi ayam semenjak tahun 1989. maksudnya, dia sudah menekuninya sepanjang 27 tahun.

mengelola usaha benar tidak semudah hitungan tahun aja. berkat intensitas pak nur berjualan mi ayam keliling, dia sukses mempunyai rumah, satu mobil, dan juga 3 motor. anak - anaknya juga sanggup dibiayai hingga mengenyam tarbiyah sarjana.

tidak tanggung - tanggung, masing - masing pemasukan berjualan mi ayam, dia senantiasa sisihkan buat ditabung. walhasil, peluang pribadinya berangkat ke tanah suci buat menunaikan ibadah haji pada 2018 mendatang sudah di depan mata.

dia mengaku tidak sempat tergiur berpindah profesi. dia lebih bahagia berjualan mi ayam keliling. gerobak simpel jadi teman sejatinya tiap hari berkelana dari satu kampung ke kampung lain. pak nur senantiasa tersenyum menjemput para pelanggannya.

siapa yang suka mie ayam? warga indonesia tidak asing dengan panganan simpel yang satu ini. pedagangnya juga tidak susah kita temui, terdapat banyak sekali mulai dari yang elegan hingga di pinggir jalur. tetapi jangan salah, dari semangkuk mie ayam simpel, terdapat rezeki luar biasa yang tiba.

salah satu orang dagang yang menjemput rezeki dari berjualan mie ayam merupakan pak nurnaip ataupun biasa terpanggil pak nur. dia mulai berjualan mie ayam semenjak tahun 1989, terhitung sudah 27 tahun. dikala ditemui oleh kru vemale. com, pak nur dengan bahagia hati menggambarkan pengalaman berjualan mie ayam.

aku tidak cemas rugi walaupun harga mie ayam aku hanya rp 6. 000

sehabis lulus sekolah menengah kesatu (smp) , pak nur tidak meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih besar. walaupun dari segi tarbiyah dapat dikatakan kurang, dia tidak terpuruk dengan permasalahan tersebut. pak nur tidak diam aja menunggu rezeki tiba buat penuhi kebutuhan hidup, ia memutuskan buat berjualan mie ayam simpel.

" jualan mie ayam dari bujangan (belum menikah). aku hanya lulus smp tetapi aku mau sukses, jadi secara tekun aku jualan mie ayam, " ucap pak nur dengan senyum sumringah.

dari yang vemale amati, mie ayam buatan pak nur dapat dibilang murah meriah. kalian cukup membayar 6. 000 rupiah buat menikmati mie ayam simpel yang diberi nama mie ayam comal. dengan harga yang murah tersebut, laki - laki berumur 49 tahun ini tidak sempat merugi, malah mie ayamnya laku keras.

" dahulu, kesatu kali jualan biayanya cuma 300 perak. aku tidak cemas rugi. malah karna biayanya murah hasil jadi banyak. bahwa mahal cuma laku 80 jatah, tetapi dengan harga 6. 000 satu hari dapat habis 200 jatah, " tambah pak nur.

" mienya aja yang beli, bahwa sayur dan juga ayam buat seorang diri. gerobaknya sewa /hari 2. 500 rupiah. aku pula lebih memilah berkelana dibandingkan mempunyai kedai. karna bila berkelana, aku nyamperin pembeli, " ucap pak nur.

dia menjual mie ayam memakai gerobak motor. lazimnya pak nur berkelana kampung mulai dari jam 10 pagi sampai mie ayamnya habis terjual.

alhamdulillah, aku dapat memiliki rumah, anak sarjana, naik haji 2018

sepanjang 27 tahun berjualan mie ayam, tidak sempat sekali juga pak nur berpindah profesi. dia dengan tekun menggeluti usaha berjualan mie ayam sampai sukses mempunyai rumah, satu mobil, 3 motor, menyekolahkan anaknya sampai sarjana, terlebih lagi di tahun 2018 pak nur hendak berangkat ke tanah suci buat menunaikan ibadah haji. luar biasa.. dari menjual mie ayam simpel, gerobak simpel, pak nur sukses menjemput rezeki dengan trik halal. 




(sumber: http:// www. wajibbaca. com/2016/10/alhamdulillah-27-tahun-berjualan-mie. html)

Bagaimana Atasi Suami Selingkuh: 6 Trik Jenius Ini Yang Harus Di Lakukan Oleh Seorang Istri



Dalam sebuah rumah tangga pasti akan ada saja gangguan atau permasalahan yang di alami. Terutama masalah tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh suami ataupun istri. Masalah selingkuh yang paling fatal dalam sebuah rumah tangga. Akan tetapi jika suami Bunda ketahuan selingkuh, da baiknya Bunda tidak perlu buru-buru untuk mengambil keputusan yang sangat fatal bagi keluarga, atau malah pasrah dan diam sehingga rumah tangga Bunda hancur. Maka dari itu Kali ini Kami akan memberikan tips agaimana cara menghadapi suami yang ketahuan selingkuh. berikut tips yang Anda bisa ikuti.

1. Tetap Tenang Dan Cari Bukti Saat Bunda mendengar suami selingkuh dengan orang ketiga, sebaiknya Bunda tidak usah buru-buru untuk untuk mengambil keputusan apalagi bilang kata "cerai" lalu kabur dari rumah. Sebaiknya Bunda tetap rileks dan tenang, lebih baik mencari informasi tentang kebenaran berita tersebut. Contohnya Bunda bisa mencari bukti yang akurat seperti melihat-lihat isi handphone mengenai sms dan telepon yang di tuju suami. 

2. Lakukan Tindakan Sebagai orang yang ingin mempertahankan keutuhan keluarga sudah seharusnya Bunda bertindak namun tetap pada poin nomer satu. jangan diam apalagi pasrah karena sama saja Bunda menyetujui suami untuk berselingkuh, dan beri maklumat pada suami bahwa Anda tidak rela jika sampai suami benar-benar selingkuh. 

3. Tutupi Dan jangan Ceritakan Pada Orang Lain Meski rumah tangga Bunda sedang di alami masalah, namun sebagai orang yang bijak sebaiknya Bunda tetap menutupi masalah keluarga pada orang lain termasuk orang tua Bunda. Karena hal itu malah akan memperkeruh suasana bahkan menjadi bahan gosip dan pergunjingan orang lain, tentu Bunda tidak menginginkan hal itu bukan? Ceritakan saja masalah itu pada orang yang sangat Bunda percaya dan yakin bisa membantu mengatasi masalah rumah tangga Bunda. 

4. Berikan Bukti Kesalahan Suami Jika usaha Bunda untuk mendapatkan bukti sudah terjawab, sekarang saatnya Bunda memberikan bukti tersebut pada suami contohnya nomer telpon, nama, atau alamat selingkuhan suami. Tanyakan sudah sejauh mana hubungan suami dengan selingkuhannya tersebut, seperti sudah berapa lama mereka berhubungan, sudah sejauh mana hubungan mereka, mengapa suami berselingkuh. itu adalah pertanyaan yang wajib Bunda ajukan pada suami, setelah itu lihat reaksi suami, apakah dia diam saja, atau berusaha dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. 

5. Tetap Bersikap Bijak Tetap bersikap bijak, jangan sampai tindakan Anda merugikan rumah tangga yang telah Bunda bina selama ini. Ingat bahwa buah hati Bunda juga perlu perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua, lebih baik Bunda tetap untuk mempertahankan rumah tangga dari pada harus mementingkan emosi sesaat, lebih baik beri suami kesempatan kedua untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi, walau Kami yakin kepercayaan Bunda sama suami sudah mulai pudar, ingatkan pada suami kalau selingkuh itu hanya menghancurkan rumah tangga kalian dan ingatkan juga tentang anak yang suami harus perhatikan 

6. Introspeksi Diri Setelah kejadian ini, harap Bunda introspeksi diri sendiri, dan berpikir apa kekurangan Bunda sehingga suami bisa berselingkuh. Setelah itu cobalah untuk terus mengingatkan suami bahwa perselingkuhan hanya akan menghancurkan keluarga kecil Anda yang sudah dibangun bertahun-tahun. Bunda juga harus tetap memperbaiki diri agar suami Bunda tidak ingin berselingkuh lagi. 



Sumber : http://bunda-lita.blogspot.com/2014/05/yang-harus-dilakukan-ketika-suami-ketahuan-selingkuh.html

Kenapa Banyak Wanita Muda Jaman Sekarang Lebih Suka Mengejar Suami Orang ?



Wanita saat saat ini ternyata semakin banyak yang berubah. Dari hasil penelitian yang dirilis The Journal of Experimental Social Psychology, muncul fakta mengejutkan bahwa 90 % wanita tetaplah akan mengejar pria yang disenanginya walau tahu bahwa pria itu telah mempunyai istri. Menurut peneltian itu, beberapa wanita penggoda suami orang itu merasa senang sesudah ‘dipilih’ sang pria pujaannya daripada istri pria yang dikejarnya itu.

Tetapi faktor lain yang terkait materi nampaknya lebih masuk akal, yaitu beberapa wanita pengoda suami orang itu mengaku suka dibelikan hadiah-hadiah mahal hingga untuk mereka tidak masalah merusak rumah tangga orang asalkan bisa memiliki barang-barang mewah. Untuk Anda para istri, berhati-hatilah pada tanda-tanda wanita pemburu suami orang berikut ini yang tidak akan segan menggoda sang suami saat Anda lengah.

1. Wanita yang matanya tidak dapat diam 
Apabila Anda dan suami lagi tengah ada dalam satu pertemuan atau acara, berhati-hatilah pada wanita yang pandangannya selalu beredar mengincar lelaki. Waktu Anda melihatnya, mungkin dia terlihat asyik ngobrol dengan temannya. Namun sudut matanya selalu bergerak mencari lelaki yang dapat dijadikan gebetan. Tidak peduli lelaki itu sudah ada pasangan atau Suami orang.

2. Berpura-pura sebagai sahabat 
Dia ingin jadi teman suami Anda, bukanlah Anda. Coba untuk lebih sensitif saat ada wanita yang memperkenalkan diri sebagai sahabat suami. Waspadalah apabila ternyata wanita itu tertarik mengenal jauh suami Anda tetapi enggan mengenal Anda lebih dekat.

3. Sikap terlalu ramah 
Wanita yang menyukai suami Anda malah sangat bersemangat mengetahui Anda. Sikapnya ini dimaksudkan agar Anda tidak curiga. Dengan langkah tersebut juga dia dapat menggali informasi penting tentang suami Anda langsung dari Anda sebagai istri.

4. Tak bosan memuji suami Anda 
Tanpa ada Anda sadari, wanita jenis penggoda suami orang ini lebih mahir berikan apresiasi, perhatian, bantuan dan pujian pada pasangan. Wanita jenis ini begitu pandai memakai situasi saat Anda tidak tanggap membaca keinginan suami.

5. Aktif di media sosial 
Bila seseorang wanita sering nge-like semua foto suami Anda, awasi wanita tersebut

6. Minta tolong dalam keadaan darurat 
Seseorang wanita penggoda suami orang tidak sungkan menelpon suami Anda malam-malam. Mereka akan memposisikan suami Anda sebagai satu-satunya pihak yang dapat menolongnya. Perasaan selalu dibutuhkan wanita inilah yang biasanya membuat kaum pria bangga dan perlahan tapi pasti muali memberi perhatian lebih.

10 Kesalahan Istri Terhadap Suami Paling Sering Dilakukan



10 Kesalahan Istri Terhadap Suami Keutuhan sebuah rumahtangga sangat dipengaruhi oleh baiknya seorang istri dalam menjalani hari-hari bersama suami dalam keluarganya. Lebih-lebih lagi adalah SIKAP & PERILAKUnya dalam bergaul dengan suaminnya.

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.

Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.

Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
  • Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
  • Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
  • Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
  • Lalai dalam melayani suami
  • Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
  • Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
  • Keluar rumah tanpa izin suami
  • Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.”

Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.

Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?

“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.

Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

amin…

Semoga bermanfaat
-Akbar 86-

5 Muslimah Perubah Sejarah Dunia dan Menjadi Inspirasi Dunia



Menjadi muslimah ternyata tidak hanya berkutat di dapur, sumur, dan kasur saja, jika dibutuhkan dan sangat penting, wanita muslim bisa menjadi yang terdepan. Muslimah bahkan harus pintar, seperti yang bisa dilihat pada istri-istri Nabi Muhammad saw. yaitu Aisyah ra. yang sangat pintar akan ilmu agama, sejarah, hingga ilmu kedokteran. Atau Khadijah ra. yang pandai berniaga dan mengurus keluarga juga suami.

Ilmu sangatlah penting bagi seorang muslim maupun muslimah. Ilmu bukanlah harta yang diwariskan begitu saja, ilmu harus diperoleh terlebih dahulu lewat belajar yang memerlukan usaha dan pengorbanan baik harta maupun waktu.

Menuntut ilmu bagi seorang muslimah tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang-orang di sekelilingnya. Bagi yang masih hidup sendiri, ilmu bisa diamalkan lewat kehidupannya sehari-hari atau bahkan diajarkan kepada saudara, orang tua, bahkan tetangga. Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, ilmu bisa diamalkan dan diajarkan kepada anak-anaknya bahkan untuk memberi contoh bagi sang suami. Itulah mengapa para istri nabi dikisahkan sebagai wanita muslim yang pandai baik secara ilmu maupun akhlak.

Tidak hanya para istri nabi saja yang pintar dan dapat menginspirasi kita semua, ada juga wanita muslim lain yang ikut berjuang di jaman nabi dan ada juga yang turut merubah sejarah dunia. Berikut adalah 5 diantaranya.

1. Rufaidah binti Sa’ad Al-Asalmiya (570-632 M)
Bernama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj, wanita muslim yang masuk ke dalam kaum Anshor, golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah, merupakan perawat muslim pertama di dunia. Hidup di jaman Nabi Muhammad saw. memimpin kaum muslim membuatnya menjadi sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang Badar, Uhud, dan Khandaq.

Rufaidah belajar ilmu keperawatan lewat ayahnya yang merupakan seorang dokter pada jamannya. Sedari kecil ia sudah membantu merawat dan mengobati orang sakit. Tidak hanya merawat orang, Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita agar menjadi perawat yang nantinya akan mengambil peran penting pada perang Khibar.

Awal mula dunia medis dan dunia keperawatan dalam Islam dimulai ketika Rufaidah merawat Sa’ad bin Mu’adz yang terluka akibat tertancap panah pada tangannya. Rufaidah membuat keadaannya menjadi stabil (homeostatis).

Rufaidah terkenal akan dedikasinya yang tidak memandang apakah pasiennya itu kaya atau miskin. Ia memberika perawatan tidak hanya kepada orang yang waras saja tapi juga kepada penderita gangguan jiwa, dan juga anak yatim. Perannya tidak hanya dalam aspek klinis saja tapi juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial, yang nantinya akan menyebabkan penyakit di masyarakat.

2. Nusayba binti Ka’ab Al-Ansariyah (630-690 M)
Memiliki sebutan Ummu Imarah atau Ummu Ummarah yang berarti Ibu para pemimpin merupakan sosok sahabat muslimah pemberani yang turut berjuang dalam Perang Uhud bersama Nabi Muhammad saw. Ia merupakan satu dari dua wanita (yang lainnya adalah Ummu Maniq atau Asma binti Amru, seorang penduduk Mekah) yang melakukan Bai’at Aqabah Kedua kepada Rasulullah saw. bersama dengan 73 orang laki-laki utusan Anshar dari Madinah yang datang ke Mekah. Saat itu ia melakukan bai’at (sumpah setia) bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua orang puteranya yaitu Abdullah dan Habib.

Kisah keberanian dan kepahlawanan Nusayba yang paling dikenang adalah ketika ia membela dan melindungi Nabi Muhammad saw. dalam perang Uhud. Awalnya Nusayba bergabung dengan pasukan muslim untuk tujuan membantu di bidang logistik dan medis bersama para wanita lainnya. Keadaan berubah ketika ia menyaksikan pasukan musuh menerobos pasuka muslim dan membuat mereka kocar-kacir. Melihat Nabi Muhammad saw. terancam keselamatannya, Nusayba segera mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan pasukan muslim untuk membentuk pertahanan guna melindungi Rasulullah saw.

Nabi Muhammad saw. ketika perang usai memberi kesaksian kepada para sahabat bahwa Nusayba telah melindunginya dengan gigih dan gagah berani. Dalam perang tersebut Nusayba memperoleh 12 luka pada bagian tubuhnya dan yang paling parah ada di bagian lehernya. Hebatnya, Nusayba tidak mengeluh, mengadu, apalagi menangis. Keberaniannya membela Rasul pun membuatnya digelari “Difaaun Nabiy” atau Perisai Nabi.

Selain Perang Uhud, Nusayba juga ikut terlibat dalam peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain, dan Perang Yamamah pada jaman Khalifah Abu Bakar.

3. Rabi’ah Al-Adawiyyah (713/717-801 M)
Bernama lengkap Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah al-Basriyah atau dikenal juga dengan nama Rabi’ah Basri, merupakan sufi wanita beraliran sunni yang hidup pada masa dinasti Umayyah. Rabi’ah terkenal akan kezuhudannya atau ketidaktertarikannya pada nikmat dunia sehingga ia mengabdikan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah. Kezuhudannya dikenal hingga ke Eropa dan membuat beberapa cendekiawan meneliti serta membuat buku berisi riwayat hidupnya.

Rabi’ah dilahirkan sebagai anak bungsu dari empat bersaudara. Keadaan keluarganya sangatlah miskin, tapi beruntungnya Rabi’ah memiliki otak yang cerdas dan taat beragama. Beberapa tahun setelah Rabi’ah lahir, ayahnya meninggal yang kemudian disusul oleh ibunya. Rabi’ah dan ketiga saudara kandungnya mejadi yatim piatu.

Pada saat Rabi’ah dan saudaranya mengembara akibat bencana alam dan kekeringan yang menimpa kota Basrah, Rabi’ah terpisah dari saudaranya dan kemudian diculik oleh penyamun. Para penyamun itu kemudian menjualnya kepada seorang pedagang yang kejam. Satu malam Rabi’ah bermunajat dan memohon agar dibebaskan dari pedagang tersebut, dan ia berjanji jika bebas nanti ia tidak akan pernah berhenti untuk beribadah kepada Allah swt. Doanya dikabulkan. Ketika Rabi’ah sedang sholat malam, majikannya melihat ada lentera tergantung di atas kepala Rabi’ah tanpa ada tali sehelai pun. Pedagang itu langsung membebaskan Rabi’ah dan menawarkannya tempat tinggal serta biaya hidup. Tapi Rabi’ah menolaknya.

Rabi’ah dicatat oleh dunia sebagai seorang sufi wanita yang cinta murni kepada Tuhan sebagai puncak dari tasawuf. Rabi’ah dijadikan panutan oleh para sufi seperti Al-Ghazali, seorang ulama besar, sehingga menjadikannya The Mother of the Grand Master atau Ibu Para Sufi Besar.

4. Fatima Al-Fihri (800-880 M)
Fatima lahir dari keluarga Fikri yang ruh utamanya adalah agama. Semenjak kecil Fatima tidak pernah belajar di luar rumah, semua pengetahuan yang ia miliki di dapat dari rumah. Fatimah bersama Maryam adiknya, dan keluarga besarnya pindah dari kota kelahirannya Kairouan di Tunisia ke Fez, Maroko. Di kota ini mereka sukses menjadi pedagang dan menjadi pebisnis ternama. Meskipun kaya, tapi mereka tidak antisosial, sering menggelar kegiatan amal yang melibatkan kaum dhuafa.

Sumbangan Fatima bagi masyarakat terutama dunia Islam yang paling terkenal adalah pendirian masjid Al-Qarawiyyin (al-Karaouine) yang rampung pada awal Ramadhan 245 H atau 30 Juni 859 M. Masjid yang terkenal dengan sebutan Jami’ as-Syurafa’ ini sangat strategis letaknya sehingga memungkinkan para sarjana dan cendekiawan datang dan mengkaji imlu disana. Sementara itu, adiknya Maryam, mendirikan Masjid Al-Andalus yang nantinya kedua masjid tersebut mempunyai posisi dan peran penting dalam penyebaran Islam di Maroko dan Eropa.

Seiring berjalannya waktu, kajian ilmu yang dibahas di masjid Al-Qarawiyyin ini tidak sebatas agama saja, tapi tata bahasa, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi, hingga musik dan menarik perhatian para pembelajar dari seluruh dunia. Hingga akhirnya berdirilah Universitas Al-Qarawiyyin sebagai universitas tertua di dunia yang menawarkan gelar kesarjanaan. Hal ini diakui oleh Guinnes Book World of World Records pada tahun 1998. Sebelumnya, majalah Time edisi 24 Oktober 1960 menyebut obor Renaisans berasal dari Fez, Maroko.

Gerbert of Aurillac sebelum menjadi Paus Sylvester II, sempat menimba ilmu di universitas ini. Ia mempelajari matematika dan pada akhirnya memperkenalkan penggunaan nol dan angka Arab ke Eropa.

5. Cut Nyak Dhien (1848-1908)
Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, tepatnya di wilayah VI Mukim. Sedari kecil ia memperoleh pendidikan pada bidang agama dan rumah tangga. Pada tahun 1862 ia dinikahkan dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, putra dari uleebalang Lamnga XIII. Mereka memiliki satu anak laki-laki.

Pada tahun 1873, daerah VI Mukim dapat diduduki Belanda. Cut Nyak Dhien dan bayinya akhirnya mengungsi bersama para ibu lainnya pada tanggal 24 Desember 1875 sementara suaminya bertempur untuk merebut kembali daerah VI Mukim. Naas, suaminya kemudian meninggal pada tanggal 29 Juni 1878 dan membuat Cut Nyak Dhien sangat marah serta bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Cut Nyak Dhien menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880 karena persamaan visi dan misi. Mereka memilki seorang anak bernama Cut Gambang. Pada akhirnya keluarga pejuang ini berusaha dengan berbagai cara agar dapat mengalahkan Belanda. Akibat informan yang disewa oleh pemerintah Belanda, rencana pemberontakan mereka tercium dan mengakibatkan Teuku Umar gugur tertembak peluru.

Sepeninggal suaminya Cut Nyak Dhien tidak pernah menyerah hingga masa tuanya. Akibat anggota pasukannya yang merasa iba karena keadaannya, Cut Nyak Dhien berhasil ditangkap oleh pasukan Belanda lewat perlawanan yang sengit, dan kemudian dibuang ke Sumedang, Jawa Barat dengan identitas yang ditutupi karena takut menimbulkan perlawanan dari pejuang lain. Akhirnya Cut Nyak Dhien meninggal karena usia tua pada tanggal 6 November 1908.

Itulah 5 wanita muslim yang ikut merubah sejarah dan menjadi inspirasi dunia. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dan dapat membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Sumber: 4muda.com

Jadilah Ibu Rumah Tangga Profesional dengan Gaji Surga.



Jika saya mengatakan bahwa profesi saya adalah ibu rumah tangga, Anda tidak perlu protes. Ketegasan saya ini bukan karena aura narsis atau sifat otoriter saya sedang kambuh. Dengan segala rendah hati saya terpaksa mengatakannya. Hehehe.

Mungkin orang akan berpikir bahwa saya bisa berkata begitu karena saya dulu kuliah di psikologi dan mengambil kekhususan bidang industri dan organisasi sehingga saya tahu betul arti kata "profesi" dan "profesional". Mmm ..., tidak. Saya bahkan sudah tidak ingat persis definisi "profesi" yang saya pelajari ketika kuliah dulu.

Lalu? Waktu saya googling di wikipedia yang katanya "ensiklopedia bebas" alias "kamus sejuta umat", saya menemukan bahwa tidak ada yang salah dengan kalimat yang saya nyatakan tadi: ibu rumah tangga bisa disebut sebagai profesi. Sebuah profesi, tentu saja, layak dicita-citakan dan diperjuangkan.

Pertanyaannya kemudian, apakah ratusan, ribuan orang di luar sana akan berpikiran sama dengan saya, bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang layak disebut sebagai cita-cita apalagi "cita-cita yang prestisius" sehingga layak diperjuangkan?

Jangan-jangan ini adalah bentuk eskapisme ketidakmampuan saya bersaing di dunia kerja? Please, deh, saya akui bahwa dunia karier memang menggoda. Tak hanya soal kebebasan dan ruang yang luas saja yang membuat seorang wanita karier tak perlu pusing memikirkan "me-time". Bahkan, iming-iming kekuatan personal yang membuat seorang wanita karier mampu memiliki nilai bargaining dalam berbagai hal yang bersifat publik membuatnya terlihat lebih powerful, lebih kinclong, lebih wangi! Wangi Pierre Cardin, pada sebagiannya, bukan wangi bumbu dapur. FYI, saya ibu rumah tangga yang juga rutin terjun ke dapur.

Sepertinya sah-sah saja saya mengatakan bahwa ibu rumah tangga adalah layak disebut profesi sehingga ia layak diperjuangkan. Sebuah profesi, menurut Wikipedia, adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Karakter pekerjaan ibu rumah tangga waktu saya otak-atik kok ya sesuai juga dengan karakteristik suatu profesi. Ini ilmunya orang Jawa: othak-athik gathuk, ning yo mathuk.... Cocok betul pikiran saya dengan teori karakteristik profesi waktu saya cocok-cocokkan.

Karakteristik profesi itu memiliki ketrampilan yang berdasar pada teoritis dan memiliki jenjang pendidikan yang lama dan semakin meninggi. Mulai dari merawat kehamilan sampai momong anak, mulai dari cara menata rumah dan mencuci baju. Pernahkah membayangkan bahwa pekerjaan rumah tangga tak melulu soal benda hidup (baca: suami, anak, mertua, tetangga, kerabat, dll.) namun juga pekerjaan dengan "klien" benda mati (setumpuk cucian, debu, piring kotor, dll.) yang harus diurusi dengan keahlian khusus?

Apakah semua orang bisa mencuci dan menyetrika baju? Please, ya, ini bukan soal tenaga, ini soal bagaimana memahami serat baju dan komposisinya agar tak salah perlakuan ketika mencuci dan menyeterikanya. See? Berapa banyak teori yang telah kita baca untuk semua itu? Berapa kali kita melakukan self upgrading demi kemajuan urusan domestik  serta anggota keluarga kita?

Memang, profesi ibu rumah tangga belum bisa secara formal dipatok jenjang pendidikannya. Namun, jenjang itu ada, lho. Bisa dirasakan dengan uji kompetensi. Caranya? Lihatlah hasil didikan dan hasil sentuhan tangan dan pikiran para ibu rumah tangga.

Profesi ibu rumah tangga juga memiliki otonomi kerja dan juga kode etik meski tidak dikeluarkan secara formal oleh sebuah asosiasi profesional. Rasanya, tidak penting seorang ibu rumah tangga bergabung dalam sebuah asosiasi jika hanya ingin merumuskan sebuah kode etik yang bisa diakui bersama.

Mana ada seorang ibu yang berlepas diri dari kode etik dalam berhubungan dengan suami, dalam mendidik dan membesarkan anak, dalam bersosialisasi dengan masyarakat? Panduannya tidak hanya soal moral saja, tapi juga agama. Namun, tentu saja, tidak berkurang kebaikannya ketika para ibu rumah tangga ini membentuk sebuah asosiasi profesional agar pijakannya semakin kuat.

Yang paling menarik, karakteristik dari sebuah profesi juga meliputi adanya pengakuan status dan imbalan yang tinggi. Nah, ini adalah ilmu tertinggi yang harus segera ditempuh agar lulus menjadi seorang ibu rumah tangga yang profesional. Kenapa? Sebab, urusan ini telah masuk dalam dimensi metafisik, yakni keikhlasan.

Konon, pekerjaan ibu rumah tangga itu nggak pernah kelihatan hasilnya, jadi bagaimana mungkin ujug-ujug bisa mendapatkan pengakuan status? Tulisan saya ini, ya notabene hanya othak-athik gathuk, yang secara ilmiah belum tentu diakui kebenarannya, tentunya dalam rangka pengakuan status itu, bukan? Jauh sebelum saya kelihatan seperti memaksa agar profesi ini diakui, saya sudah ikhlas dengan segala konsekuensi profesi ibu rumah tangga. Profesi mulia yang pertanggungjawabannya menyentuh aspek dunia dan akhirat. Namun, sebuah keikhlasan tidak bisa membendung sebuah wacana, bukan?

Saya tidak pernah merasa bahwa profesi ibu rumah tangga yang lebih bersifat domestik ini adalah sebuah pilihan yang harus dibenturkan dengan sebuah pilihan profesi yang bersifat publik sehingga saya ingin sekali profesi ini disejajarkan dengan profesi lainnya.

Sesungguhnya, saya sudah lama memilih keluar dari benturan itu dan memilih untuk berpikir positif bagi kepentingan diri saya pribadi. Bagi saya, dunia publik dan domestik adalah sama baiknya selama kita memilihnya dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Soal pilihan hidup ini tentu sangat berhubungan dengan prioritas hidup seseorang. Namun, rasa saling menghargai sebuah pilihan itu yang ingin saya raih. Toh, menjadi ibu rumah tangga sama berjuangnnya dengan pilihan menjadi wanita bekerja. Sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Mungkin ada yang heran, mengapa saya sebut menjadi ibu rumah tangga itu butuh perjuangan? O, please, tidak mudah menjaga pikiran dan persepsi kita tentang profesi ibu rumah tangga di tengah kompleksitas modernisme dan kapitalisme. Saya merasa, untuk survive di sebuah komunitas manusia modern seolah tidak cukup dengan filosofi sandang, pangan, dan papan semata. Perlu refreshing, Mom. Perlu entertaint. Perlu eksis, bo! Hallow? Duit darimana?

Dalam pandangan saya, kapitalisme membuat persaingan kerja makin berat. Gaji makin kompetitif. Hari gini, istri nggak kerja? Oke, pertanyaan itu sungguh retoris. Anda sedang berhadapan dengan perjuangan seorang ibu rumah tangga secara psikologis. Ajaibnya, semua perjuangan itu, baik secara fisik dan psikis, "digaji" dengan konsep invisible payment. Kok invisible? Tentu. Bukankah pahala tidak pernah kelihatan? Ini yang saya sebut dengan ikhlas tingkat tinggi.

Alhamdulillah saya mendapat mertua yang begitu mengerti dan menyayangi saya. Ada, lho, mertua yang merasa seorang menantu yang hanya menjadi ibu rumah tangga itu adalah wanita yang beruntung menikah dengan putranya yang sukses. Artinya apa? Artinya peran seorang istri tidak mendapat perhatian. Bukankah sukses suami karena sukses istri juga? Ini benar-benar soal keikhlasan melakukan pekerjaan yang tidak pernah kelihatan hasilnya.

Tak hanya dalam pandangan sedikit mertua yang bisa saja keliru, soal ilmu ikhlas ini juga masih harus diuji dengan ribuan kepala yang bersepakat bahwa pekerjaan invisible payment ini adalah "wajar bagi kaum wanita". Suami pulang kerja dan melihat situasi rumah yang aman dan terkendali adalah hal yang sudah semestinya. Itu hanya mekanisme rutin yang melibatkan kaum wanita!

Beban psikologis tentang adanya stereotip salah kaprah inilah yang mengiringi kecapekan fisik kita mengerjakan semua pekerjaan rumah, menjaga anak-anak, dan lain-lainnya. Tak heran, beberapa wanita menyukai bekerja di luar karena meskipun capek, imbalannya jelas dan membawa kebaikan secara finansial.

Puncak dari seluruh perjuangan itu adalah melawan rasa jenuh dan bosan! See? Butuh kecerdasan intelektual dan emosi yang luar biasa untuk menjadi seorang rumah tangga, bukan? Maka, pada akhirnya saya harus menyadari bahwa profesi ibu rumah tangga memang layak diperjuangkan dan dicita-citakan. Penting menjalaninya layaknya seorang profesional jika ibu rumah tangga menginginkan pilihannya ini memiliki efek yang maksimal. Bukan sekedar terpaksa, sekedar tuntutan, sekedar daripada menjadi lajang pengangguran.

Kita memilih profesi ini tentu dengan segala pertimbangan yang terbaik. Jangan sampai sekedar terpaksanya kita menjadi ibu rumah tangga menjadi kita tidak lebih baik daripada ibu yang aktif bekerja di luar. Sebab, tidak semua ibu yang bekerja di luar itu semata-mata melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Barangkali, bekerja adalah solusi lain dari kehidupan perkawinannya yang tidak bisa kita hakimi. Maka, sekali lagi, semua pilihan pastilah berdasarkan prioritas dalam hidup kita, dan tentu saja, selalu mendatangkan konsekuensi baik dan buruknya.

So, jadi ibu rumah tangga? Harus profesional!



sumber : http://www.ummi-online.com/menjadi-ibu-rumah-tangga-profesional-dengan-gaji-surga.html