Showing posts with label Inspiring. Show all posts
Showing posts with label Inspiring. Show all posts

27 Tahun Berjualan Mie Ayam: Bapak Ini Mampu Sarjanakan Anak Hingga Naik Haji

Dari semangkuk mi ayam yang biasa kalian beli pada penjual mi ayam keliling ada rezeki luar biasa. nurnaip ataupun yang akrab terpanggil pak nur tercantum salah satu penjual mi ayam keliling. dia jadi penjual mi ayam semenjak tahun 1989. maksudnya, dia sudah menekuninya sepanjang 27 tahun.

mengelola usaha benar tidak semudah hitungan tahun aja. berkat intensitas pak nur berjualan mi ayam keliling, dia sukses mempunyai rumah, satu mobil, dan juga 3 motor. anak - anaknya juga sanggup dibiayai hingga mengenyam tarbiyah sarjana.

tidak tanggung - tanggung, masing - masing pemasukan berjualan mi ayam, dia senantiasa sisihkan buat ditabung. walhasil, peluang pribadinya berangkat ke tanah suci buat menunaikan ibadah haji pada 2018 mendatang sudah di depan mata.

dia mengaku tidak sempat tergiur berpindah profesi. dia lebih bahagia berjualan mi ayam keliling. gerobak simpel jadi teman sejatinya tiap hari berkelana dari satu kampung ke kampung lain. pak nur senantiasa tersenyum menjemput para pelanggannya.

siapa yang suka mie ayam? warga indonesia tidak asing dengan panganan simpel yang satu ini. pedagangnya juga tidak susah kita temui, terdapat banyak sekali mulai dari yang elegan hingga di pinggir jalur. tetapi jangan salah, dari semangkuk mie ayam simpel, terdapat rezeki luar biasa yang tiba.

salah satu orang dagang yang menjemput rezeki dari berjualan mie ayam merupakan pak nurnaip ataupun biasa terpanggil pak nur. dia mulai berjualan mie ayam semenjak tahun 1989, terhitung sudah 27 tahun. dikala ditemui oleh kru vemale. com, pak nur dengan bahagia hati menggambarkan pengalaman berjualan mie ayam.

aku tidak cemas rugi walaupun harga mie ayam aku hanya rp 6. 000

sehabis lulus sekolah menengah kesatu (smp) , pak nur tidak meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih besar. walaupun dari segi tarbiyah dapat dikatakan kurang, dia tidak terpuruk dengan permasalahan tersebut. pak nur tidak diam aja menunggu rezeki tiba buat penuhi kebutuhan hidup, ia memutuskan buat berjualan mie ayam simpel.

" jualan mie ayam dari bujangan (belum menikah). aku hanya lulus smp tetapi aku mau sukses, jadi secara tekun aku jualan mie ayam, " ucap pak nur dengan senyum sumringah.

dari yang vemale amati, mie ayam buatan pak nur dapat dibilang murah meriah. kalian cukup membayar 6. 000 rupiah buat menikmati mie ayam simpel yang diberi nama mie ayam comal. dengan harga yang murah tersebut, laki - laki berumur 49 tahun ini tidak sempat merugi, malah mie ayamnya laku keras.

" dahulu, kesatu kali jualan biayanya cuma 300 perak. aku tidak cemas rugi. malah karna biayanya murah hasil jadi banyak. bahwa mahal cuma laku 80 jatah, tetapi dengan harga 6. 000 satu hari dapat habis 200 jatah, " tambah pak nur.

" mienya aja yang beli, bahwa sayur dan juga ayam buat seorang diri. gerobaknya sewa /hari 2. 500 rupiah. aku pula lebih memilah berkelana dibandingkan mempunyai kedai. karna bila berkelana, aku nyamperin pembeli, " ucap pak nur.

dia menjual mie ayam memakai gerobak motor. lazimnya pak nur berkelana kampung mulai dari jam 10 pagi sampai mie ayamnya habis terjual.

alhamdulillah, aku dapat memiliki rumah, anak sarjana, naik haji 2018

sepanjang 27 tahun berjualan mie ayam, tidak sempat sekali juga pak nur berpindah profesi. dia dengan tekun menggeluti usaha berjualan mie ayam sampai sukses mempunyai rumah, satu mobil, 3 motor, menyekolahkan anaknya sampai sarjana, terlebih lagi di tahun 2018 pak nur hendak berangkat ke tanah suci buat menunaikan ibadah haji. luar biasa.. dari menjual mie ayam simpel, gerobak simpel, pak nur sukses menjemput rezeki dengan trik halal. 




(sumber: http:// www. wajibbaca. com/2016/10/alhamdulillah-27-tahun-berjualan-mie. html)

Bagaimana Atasi Suami Selingkuh: 6 Trik Jenius Ini Yang Harus Di Lakukan Oleh Seorang Istri



Dalam sebuah rumah tangga pasti akan ada saja gangguan atau permasalahan yang di alami. Terutama masalah tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh suami ataupun istri. Masalah selingkuh yang paling fatal dalam sebuah rumah tangga. Akan tetapi jika suami Bunda ketahuan selingkuh, da baiknya Bunda tidak perlu buru-buru untuk mengambil keputusan yang sangat fatal bagi keluarga, atau malah pasrah dan diam sehingga rumah tangga Bunda hancur. Maka dari itu Kali ini Kami akan memberikan tips agaimana cara menghadapi suami yang ketahuan selingkuh. berikut tips yang Anda bisa ikuti.

1. Tetap Tenang Dan Cari Bukti Saat Bunda mendengar suami selingkuh dengan orang ketiga, sebaiknya Bunda tidak usah buru-buru untuk untuk mengambil keputusan apalagi bilang kata "cerai" lalu kabur dari rumah. Sebaiknya Bunda tetap rileks dan tenang, lebih baik mencari informasi tentang kebenaran berita tersebut. Contohnya Bunda bisa mencari bukti yang akurat seperti melihat-lihat isi handphone mengenai sms dan telepon yang di tuju suami. 

2. Lakukan Tindakan Sebagai orang yang ingin mempertahankan keutuhan keluarga sudah seharusnya Bunda bertindak namun tetap pada poin nomer satu. jangan diam apalagi pasrah karena sama saja Bunda menyetujui suami untuk berselingkuh, dan beri maklumat pada suami bahwa Anda tidak rela jika sampai suami benar-benar selingkuh. 

3. Tutupi Dan jangan Ceritakan Pada Orang Lain Meski rumah tangga Bunda sedang di alami masalah, namun sebagai orang yang bijak sebaiknya Bunda tetap menutupi masalah keluarga pada orang lain termasuk orang tua Bunda. Karena hal itu malah akan memperkeruh suasana bahkan menjadi bahan gosip dan pergunjingan orang lain, tentu Bunda tidak menginginkan hal itu bukan? Ceritakan saja masalah itu pada orang yang sangat Bunda percaya dan yakin bisa membantu mengatasi masalah rumah tangga Bunda. 

4. Berikan Bukti Kesalahan Suami Jika usaha Bunda untuk mendapatkan bukti sudah terjawab, sekarang saatnya Bunda memberikan bukti tersebut pada suami contohnya nomer telpon, nama, atau alamat selingkuhan suami. Tanyakan sudah sejauh mana hubungan suami dengan selingkuhannya tersebut, seperti sudah berapa lama mereka berhubungan, sudah sejauh mana hubungan mereka, mengapa suami berselingkuh. itu adalah pertanyaan yang wajib Bunda ajukan pada suami, setelah itu lihat reaksi suami, apakah dia diam saja, atau berusaha dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. 

5. Tetap Bersikap Bijak Tetap bersikap bijak, jangan sampai tindakan Anda merugikan rumah tangga yang telah Bunda bina selama ini. Ingat bahwa buah hati Bunda juga perlu perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua, lebih baik Bunda tetap untuk mempertahankan rumah tangga dari pada harus mementingkan emosi sesaat, lebih baik beri suami kesempatan kedua untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi, walau Kami yakin kepercayaan Bunda sama suami sudah mulai pudar, ingatkan pada suami kalau selingkuh itu hanya menghancurkan rumah tangga kalian dan ingatkan juga tentang anak yang suami harus perhatikan 

6. Introspeksi Diri Setelah kejadian ini, harap Bunda introspeksi diri sendiri, dan berpikir apa kekurangan Bunda sehingga suami bisa berselingkuh. Setelah itu cobalah untuk terus mengingatkan suami bahwa perselingkuhan hanya akan menghancurkan keluarga kecil Anda yang sudah dibangun bertahun-tahun. Bunda juga harus tetap memperbaiki diri agar suami Bunda tidak ingin berselingkuh lagi. 



Sumber : http://bunda-lita.blogspot.com/2014/05/yang-harus-dilakukan-ketika-suami-ketahuan-selingkuh.html

Kenapa Banyak Wanita Muda Jaman Sekarang Lebih Suka Mengejar Suami Orang ?



Wanita saat saat ini ternyata semakin banyak yang berubah. Dari hasil penelitian yang dirilis The Journal of Experimental Social Psychology, muncul fakta mengejutkan bahwa 90 % wanita tetaplah akan mengejar pria yang disenanginya walau tahu bahwa pria itu telah mempunyai istri. Menurut peneltian itu, beberapa wanita penggoda suami orang itu merasa senang sesudah ‘dipilih’ sang pria pujaannya daripada istri pria yang dikejarnya itu.

Tetapi faktor lain yang terkait materi nampaknya lebih masuk akal, yaitu beberapa wanita pengoda suami orang itu mengaku suka dibelikan hadiah-hadiah mahal hingga untuk mereka tidak masalah merusak rumah tangga orang asalkan bisa memiliki barang-barang mewah. Untuk Anda para istri, berhati-hatilah pada tanda-tanda wanita pemburu suami orang berikut ini yang tidak akan segan menggoda sang suami saat Anda lengah.

1. Wanita yang matanya tidak dapat diam 
Apabila Anda dan suami lagi tengah ada dalam satu pertemuan atau acara, berhati-hatilah pada wanita yang pandangannya selalu beredar mengincar lelaki. Waktu Anda melihatnya, mungkin dia terlihat asyik ngobrol dengan temannya. Namun sudut matanya selalu bergerak mencari lelaki yang dapat dijadikan gebetan. Tidak peduli lelaki itu sudah ada pasangan atau Suami orang.

2. Berpura-pura sebagai sahabat 
Dia ingin jadi teman suami Anda, bukanlah Anda. Coba untuk lebih sensitif saat ada wanita yang memperkenalkan diri sebagai sahabat suami. Waspadalah apabila ternyata wanita itu tertarik mengenal jauh suami Anda tetapi enggan mengenal Anda lebih dekat.

3. Sikap terlalu ramah 
Wanita yang menyukai suami Anda malah sangat bersemangat mengetahui Anda. Sikapnya ini dimaksudkan agar Anda tidak curiga. Dengan langkah tersebut juga dia dapat menggali informasi penting tentang suami Anda langsung dari Anda sebagai istri.

4. Tak bosan memuji suami Anda 
Tanpa ada Anda sadari, wanita jenis penggoda suami orang ini lebih mahir berikan apresiasi, perhatian, bantuan dan pujian pada pasangan. Wanita jenis ini begitu pandai memakai situasi saat Anda tidak tanggap membaca keinginan suami.

5. Aktif di media sosial 
Bila seseorang wanita sering nge-like semua foto suami Anda, awasi wanita tersebut

6. Minta tolong dalam keadaan darurat 
Seseorang wanita penggoda suami orang tidak sungkan menelpon suami Anda malam-malam. Mereka akan memposisikan suami Anda sebagai satu-satunya pihak yang dapat menolongnya. Perasaan selalu dibutuhkan wanita inilah yang biasanya membuat kaum pria bangga dan perlahan tapi pasti muali memberi perhatian lebih.

10 Kesalahan Istri Terhadap Suami Paling Sering Dilakukan



10 Kesalahan Istri Terhadap Suami Keutuhan sebuah rumahtangga sangat dipengaruhi oleh baiknya seorang istri dalam menjalani hari-hari bersama suami dalam keluarganya. Lebih-lebih lagi adalah SIKAP & PERILAKUnya dalam bergaul dengan suaminnya.

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.

Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.

Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
  • Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
  • Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
  • Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
  • Lalai dalam melayani suami
  • Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
  • Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
  • Keluar rumah tanpa izin suami
  • Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.”

Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.

Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?

“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.

Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

amin…

Semoga bermanfaat
-Akbar 86-

5 Muslimah Perubah Sejarah Dunia dan Menjadi Inspirasi Dunia



Menjadi muslimah ternyata tidak hanya berkutat di dapur, sumur, dan kasur saja, jika dibutuhkan dan sangat penting, wanita muslim bisa menjadi yang terdepan. Muslimah bahkan harus pintar, seperti yang bisa dilihat pada istri-istri Nabi Muhammad saw. yaitu Aisyah ra. yang sangat pintar akan ilmu agama, sejarah, hingga ilmu kedokteran. Atau Khadijah ra. yang pandai berniaga dan mengurus keluarga juga suami.

Ilmu sangatlah penting bagi seorang muslim maupun muslimah. Ilmu bukanlah harta yang diwariskan begitu saja, ilmu harus diperoleh terlebih dahulu lewat belajar yang memerlukan usaha dan pengorbanan baik harta maupun waktu.

Menuntut ilmu bagi seorang muslimah tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang-orang di sekelilingnya. Bagi yang masih hidup sendiri, ilmu bisa diamalkan lewat kehidupannya sehari-hari atau bahkan diajarkan kepada saudara, orang tua, bahkan tetangga. Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, ilmu bisa diamalkan dan diajarkan kepada anak-anaknya bahkan untuk memberi contoh bagi sang suami. Itulah mengapa para istri nabi dikisahkan sebagai wanita muslim yang pandai baik secara ilmu maupun akhlak.

Tidak hanya para istri nabi saja yang pintar dan dapat menginspirasi kita semua, ada juga wanita muslim lain yang ikut berjuang di jaman nabi dan ada juga yang turut merubah sejarah dunia. Berikut adalah 5 diantaranya.

1. Rufaidah binti Sa’ad Al-Asalmiya (570-632 M)
Bernama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj, wanita muslim yang masuk ke dalam kaum Anshor, golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah, merupakan perawat muslim pertama di dunia. Hidup di jaman Nabi Muhammad saw. memimpin kaum muslim membuatnya menjadi sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang Badar, Uhud, dan Khandaq.

Rufaidah belajar ilmu keperawatan lewat ayahnya yang merupakan seorang dokter pada jamannya. Sedari kecil ia sudah membantu merawat dan mengobati orang sakit. Tidak hanya merawat orang, Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita agar menjadi perawat yang nantinya akan mengambil peran penting pada perang Khibar.

Awal mula dunia medis dan dunia keperawatan dalam Islam dimulai ketika Rufaidah merawat Sa’ad bin Mu’adz yang terluka akibat tertancap panah pada tangannya. Rufaidah membuat keadaannya menjadi stabil (homeostatis).

Rufaidah terkenal akan dedikasinya yang tidak memandang apakah pasiennya itu kaya atau miskin. Ia memberika perawatan tidak hanya kepada orang yang waras saja tapi juga kepada penderita gangguan jiwa, dan juga anak yatim. Perannya tidak hanya dalam aspek klinis saja tapi juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial, yang nantinya akan menyebabkan penyakit di masyarakat.

2. Nusayba binti Ka’ab Al-Ansariyah (630-690 M)
Memiliki sebutan Ummu Imarah atau Ummu Ummarah yang berarti Ibu para pemimpin merupakan sosok sahabat muslimah pemberani yang turut berjuang dalam Perang Uhud bersama Nabi Muhammad saw. Ia merupakan satu dari dua wanita (yang lainnya adalah Ummu Maniq atau Asma binti Amru, seorang penduduk Mekah) yang melakukan Bai’at Aqabah Kedua kepada Rasulullah saw. bersama dengan 73 orang laki-laki utusan Anshar dari Madinah yang datang ke Mekah. Saat itu ia melakukan bai’at (sumpah setia) bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua orang puteranya yaitu Abdullah dan Habib.

Kisah keberanian dan kepahlawanan Nusayba yang paling dikenang adalah ketika ia membela dan melindungi Nabi Muhammad saw. dalam perang Uhud. Awalnya Nusayba bergabung dengan pasukan muslim untuk tujuan membantu di bidang logistik dan medis bersama para wanita lainnya. Keadaan berubah ketika ia menyaksikan pasukan musuh menerobos pasuka muslim dan membuat mereka kocar-kacir. Melihat Nabi Muhammad saw. terancam keselamatannya, Nusayba segera mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan pasukan muslim untuk membentuk pertahanan guna melindungi Rasulullah saw.

Nabi Muhammad saw. ketika perang usai memberi kesaksian kepada para sahabat bahwa Nusayba telah melindunginya dengan gigih dan gagah berani. Dalam perang tersebut Nusayba memperoleh 12 luka pada bagian tubuhnya dan yang paling parah ada di bagian lehernya. Hebatnya, Nusayba tidak mengeluh, mengadu, apalagi menangis. Keberaniannya membela Rasul pun membuatnya digelari “Difaaun Nabiy” atau Perisai Nabi.

Selain Perang Uhud, Nusayba juga ikut terlibat dalam peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain, dan Perang Yamamah pada jaman Khalifah Abu Bakar.

3. Rabi’ah Al-Adawiyyah (713/717-801 M)
Bernama lengkap Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah al-Basriyah atau dikenal juga dengan nama Rabi’ah Basri, merupakan sufi wanita beraliran sunni yang hidup pada masa dinasti Umayyah. Rabi’ah terkenal akan kezuhudannya atau ketidaktertarikannya pada nikmat dunia sehingga ia mengabdikan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah. Kezuhudannya dikenal hingga ke Eropa dan membuat beberapa cendekiawan meneliti serta membuat buku berisi riwayat hidupnya.

Rabi’ah dilahirkan sebagai anak bungsu dari empat bersaudara. Keadaan keluarganya sangatlah miskin, tapi beruntungnya Rabi’ah memiliki otak yang cerdas dan taat beragama. Beberapa tahun setelah Rabi’ah lahir, ayahnya meninggal yang kemudian disusul oleh ibunya. Rabi’ah dan ketiga saudara kandungnya mejadi yatim piatu.

Pada saat Rabi’ah dan saudaranya mengembara akibat bencana alam dan kekeringan yang menimpa kota Basrah, Rabi’ah terpisah dari saudaranya dan kemudian diculik oleh penyamun. Para penyamun itu kemudian menjualnya kepada seorang pedagang yang kejam. Satu malam Rabi’ah bermunajat dan memohon agar dibebaskan dari pedagang tersebut, dan ia berjanji jika bebas nanti ia tidak akan pernah berhenti untuk beribadah kepada Allah swt. Doanya dikabulkan. Ketika Rabi’ah sedang sholat malam, majikannya melihat ada lentera tergantung di atas kepala Rabi’ah tanpa ada tali sehelai pun. Pedagang itu langsung membebaskan Rabi’ah dan menawarkannya tempat tinggal serta biaya hidup. Tapi Rabi’ah menolaknya.

Rabi’ah dicatat oleh dunia sebagai seorang sufi wanita yang cinta murni kepada Tuhan sebagai puncak dari tasawuf. Rabi’ah dijadikan panutan oleh para sufi seperti Al-Ghazali, seorang ulama besar, sehingga menjadikannya The Mother of the Grand Master atau Ibu Para Sufi Besar.

4. Fatima Al-Fihri (800-880 M)
Fatima lahir dari keluarga Fikri yang ruh utamanya adalah agama. Semenjak kecil Fatima tidak pernah belajar di luar rumah, semua pengetahuan yang ia miliki di dapat dari rumah. Fatimah bersama Maryam adiknya, dan keluarga besarnya pindah dari kota kelahirannya Kairouan di Tunisia ke Fez, Maroko. Di kota ini mereka sukses menjadi pedagang dan menjadi pebisnis ternama. Meskipun kaya, tapi mereka tidak antisosial, sering menggelar kegiatan amal yang melibatkan kaum dhuafa.

Sumbangan Fatima bagi masyarakat terutama dunia Islam yang paling terkenal adalah pendirian masjid Al-Qarawiyyin (al-Karaouine) yang rampung pada awal Ramadhan 245 H atau 30 Juni 859 M. Masjid yang terkenal dengan sebutan Jami’ as-Syurafa’ ini sangat strategis letaknya sehingga memungkinkan para sarjana dan cendekiawan datang dan mengkaji imlu disana. Sementara itu, adiknya Maryam, mendirikan Masjid Al-Andalus yang nantinya kedua masjid tersebut mempunyai posisi dan peran penting dalam penyebaran Islam di Maroko dan Eropa.

Seiring berjalannya waktu, kajian ilmu yang dibahas di masjid Al-Qarawiyyin ini tidak sebatas agama saja, tapi tata bahasa, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi, hingga musik dan menarik perhatian para pembelajar dari seluruh dunia. Hingga akhirnya berdirilah Universitas Al-Qarawiyyin sebagai universitas tertua di dunia yang menawarkan gelar kesarjanaan. Hal ini diakui oleh Guinnes Book World of World Records pada tahun 1998. Sebelumnya, majalah Time edisi 24 Oktober 1960 menyebut obor Renaisans berasal dari Fez, Maroko.

Gerbert of Aurillac sebelum menjadi Paus Sylvester II, sempat menimba ilmu di universitas ini. Ia mempelajari matematika dan pada akhirnya memperkenalkan penggunaan nol dan angka Arab ke Eropa.

5. Cut Nyak Dhien (1848-1908)
Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, tepatnya di wilayah VI Mukim. Sedari kecil ia memperoleh pendidikan pada bidang agama dan rumah tangga. Pada tahun 1862 ia dinikahkan dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, putra dari uleebalang Lamnga XIII. Mereka memiliki satu anak laki-laki.

Pada tahun 1873, daerah VI Mukim dapat diduduki Belanda. Cut Nyak Dhien dan bayinya akhirnya mengungsi bersama para ibu lainnya pada tanggal 24 Desember 1875 sementara suaminya bertempur untuk merebut kembali daerah VI Mukim. Naas, suaminya kemudian meninggal pada tanggal 29 Juni 1878 dan membuat Cut Nyak Dhien sangat marah serta bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Cut Nyak Dhien menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880 karena persamaan visi dan misi. Mereka memilki seorang anak bernama Cut Gambang. Pada akhirnya keluarga pejuang ini berusaha dengan berbagai cara agar dapat mengalahkan Belanda. Akibat informan yang disewa oleh pemerintah Belanda, rencana pemberontakan mereka tercium dan mengakibatkan Teuku Umar gugur tertembak peluru.

Sepeninggal suaminya Cut Nyak Dhien tidak pernah menyerah hingga masa tuanya. Akibat anggota pasukannya yang merasa iba karena keadaannya, Cut Nyak Dhien berhasil ditangkap oleh pasukan Belanda lewat perlawanan yang sengit, dan kemudian dibuang ke Sumedang, Jawa Barat dengan identitas yang ditutupi karena takut menimbulkan perlawanan dari pejuang lain. Akhirnya Cut Nyak Dhien meninggal karena usia tua pada tanggal 6 November 1908.

Itulah 5 wanita muslim yang ikut merubah sejarah dan menjadi inspirasi dunia. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dan dapat membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Sumber: 4muda.com

Jadilah Ibu Rumah Tangga Profesional dengan Gaji Surga.



Jika saya mengatakan bahwa profesi saya adalah ibu rumah tangga, Anda tidak perlu protes. Ketegasan saya ini bukan karena aura narsis atau sifat otoriter saya sedang kambuh. Dengan segala rendah hati saya terpaksa mengatakannya. Hehehe.

Mungkin orang akan berpikir bahwa saya bisa berkata begitu karena saya dulu kuliah di psikologi dan mengambil kekhususan bidang industri dan organisasi sehingga saya tahu betul arti kata "profesi" dan "profesional". Mmm ..., tidak. Saya bahkan sudah tidak ingat persis definisi "profesi" yang saya pelajari ketika kuliah dulu.

Lalu? Waktu saya googling di wikipedia yang katanya "ensiklopedia bebas" alias "kamus sejuta umat", saya menemukan bahwa tidak ada yang salah dengan kalimat yang saya nyatakan tadi: ibu rumah tangga bisa disebut sebagai profesi. Sebuah profesi, tentu saja, layak dicita-citakan dan diperjuangkan.

Pertanyaannya kemudian, apakah ratusan, ribuan orang di luar sana akan berpikiran sama dengan saya, bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang layak disebut sebagai cita-cita apalagi "cita-cita yang prestisius" sehingga layak diperjuangkan?

Jangan-jangan ini adalah bentuk eskapisme ketidakmampuan saya bersaing di dunia kerja? Please, deh, saya akui bahwa dunia karier memang menggoda. Tak hanya soal kebebasan dan ruang yang luas saja yang membuat seorang wanita karier tak perlu pusing memikirkan "me-time". Bahkan, iming-iming kekuatan personal yang membuat seorang wanita karier mampu memiliki nilai bargaining dalam berbagai hal yang bersifat publik membuatnya terlihat lebih powerful, lebih kinclong, lebih wangi! Wangi Pierre Cardin, pada sebagiannya, bukan wangi bumbu dapur. FYI, saya ibu rumah tangga yang juga rutin terjun ke dapur.

Sepertinya sah-sah saja saya mengatakan bahwa ibu rumah tangga adalah layak disebut profesi sehingga ia layak diperjuangkan. Sebuah profesi, menurut Wikipedia, adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Karakter pekerjaan ibu rumah tangga waktu saya otak-atik kok ya sesuai juga dengan karakteristik suatu profesi. Ini ilmunya orang Jawa: othak-athik gathuk, ning yo mathuk.... Cocok betul pikiran saya dengan teori karakteristik profesi waktu saya cocok-cocokkan.

Karakteristik profesi itu memiliki ketrampilan yang berdasar pada teoritis dan memiliki jenjang pendidikan yang lama dan semakin meninggi. Mulai dari merawat kehamilan sampai momong anak, mulai dari cara menata rumah dan mencuci baju. Pernahkah membayangkan bahwa pekerjaan rumah tangga tak melulu soal benda hidup (baca: suami, anak, mertua, tetangga, kerabat, dll.) namun juga pekerjaan dengan "klien" benda mati (setumpuk cucian, debu, piring kotor, dll.) yang harus diurusi dengan keahlian khusus?

Apakah semua orang bisa mencuci dan menyetrika baju? Please, ya, ini bukan soal tenaga, ini soal bagaimana memahami serat baju dan komposisinya agar tak salah perlakuan ketika mencuci dan menyeterikanya. See? Berapa banyak teori yang telah kita baca untuk semua itu? Berapa kali kita melakukan self upgrading demi kemajuan urusan domestik  serta anggota keluarga kita?

Memang, profesi ibu rumah tangga belum bisa secara formal dipatok jenjang pendidikannya. Namun, jenjang itu ada, lho. Bisa dirasakan dengan uji kompetensi. Caranya? Lihatlah hasil didikan dan hasil sentuhan tangan dan pikiran para ibu rumah tangga.

Profesi ibu rumah tangga juga memiliki otonomi kerja dan juga kode etik meski tidak dikeluarkan secara formal oleh sebuah asosiasi profesional. Rasanya, tidak penting seorang ibu rumah tangga bergabung dalam sebuah asosiasi jika hanya ingin merumuskan sebuah kode etik yang bisa diakui bersama.

Mana ada seorang ibu yang berlepas diri dari kode etik dalam berhubungan dengan suami, dalam mendidik dan membesarkan anak, dalam bersosialisasi dengan masyarakat? Panduannya tidak hanya soal moral saja, tapi juga agama. Namun, tentu saja, tidak berkurang kebaikannya ketika para ibu rumah tangga ini membentuk sebuah asosiasi profesional agar pijakannya semakin kuat.

Yang paling menarik, karakteristik dari sebuah profesi juga meliputi adanya pengakuan status dan imbalan yang tinggi. Nah, ini adalah ilmu tertinggi yang harus segera ditempuh agar lulus menjadi seorang ibu rumah tangga yang profesional. Kenapa? Sebab, urusan ini telah masuk dalam dimensi metafisik, yakni keikhlasan.

Konon, pekerjaan ibu rumah tangga itu nggak pernah kelihatan hasilnya, jadi bagaimana mungkin ujug-ujug bisa mendapatkan pengakuan status? Tulisan saya ini, ya notabene hanya othak-athik gathuk, yang secara ilmiah belum tentu diakui kebenarannya, tentunya dalam rangka pengakuan status itu, bukan? Jauh sebelum saya kelihatan seperti memaksa agar profesi ini diakui, saya sudah ikhlas dengan segala konsekuensi profesi ibu rumah tangga. Profesi mulia yang pertanggungjawabannya menyentuh aspek dunia dan akhirat. Namun, sebuah keikhlasan tidak bisa membendung sebuah wacana, bukan?

Saya tidak pernah merasa bahwa profesi ibu rumah tangga yang lebih bersifat domestik ini adalah sebuah pilihan yang harus dibenturkan dengan sebuah pilihan profesi yang bersifat publik sehingga saya ingin sekali profesi ini disejajarkan dengan profesi lainnya.

Sesungguhnya, saya sudah lama memilih keluar dari benturan itu dan memilih untuk berpikir positif bagi kepentingan diri saya pribadi. Bagi saya, dunia publik dan domestik adalah sama baiknya selama kita memilihnya dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Soal pilihan hidup ini tentu sangat berhubungan dengan prioritas hidup seseorang. Namun, rasa saling menghargai sebuah pilihan itu yang ingin saya raih. Toh, menjadi ibu rumah tangga sama berjuangnnya dengan pilihan menjadi wanita bekerja. Sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Mungkin ada yang heran, mengapa saya sebut menjadi ibu rumah tangga itu butuh perjuangan? O, please, tidak mudah menjaga pikiran dan persepsi kita tentang profesi ibu rumah tangga di tengah kompleksitas modernisme dan kapitalisme. Saya merasa, untuk survive di sebuah komunitas manusia modern seolah tidak cukup dengan filosofi sandang, pangan, dan papan semata. Perlu refreshing, Mom. Perlu entertaint. Perlu eksis, bo! Hallow? Duit darimana?

Dalam pandangan saya, kapitalisme membuat persaingan kerja makin berat. Gaji makin kompetitif. Hari gini, istri nggak kerja? Oke, pertanyaan itu sungguh retoris. Anda sedang berhadapan dengan perjuangan seorang ibu rumah tangga secara psikologis. Ajaibnya, semua perjuangan itu, baik secara fisik dan psikis, "digaji" dengan konsep invisible payment. Kok invisible? Tentu. Bukankah pahala tidak pernah kelihatan? Ini yang saya sebut dengan ikhlas tingkat tinggi.

Alhamdulillah saya mendapat mertua yang begitu mengerti dan menyayangi saya. Ada, lho, mertua yang merasa seorang menantu yang hanya menjadi ibu rumah tangga itu adalah wanita yang beruntung menikah dengan putranya yang sukses. Artinya apa? Artinya peran seorang istri tidak mendapat perhatian. Bukankah sukses suami karena sukses istri juga? Ini benar-benar soal keikhlasan melakukan pekerjaan yang tidak pernah kelihatan hasilnya.

Tak hanya dalam pandangan sedikit mertua yang bisa saja keliru, soal ilmu ikhlas ini juga masih harus diuji dengan ribuan kepala yang bersepakat bahwa pekerjaan invisible payment ini adalah "wajar bagi kaum wanita". Suami pulang kerja dan melihat situasi rumah yang aman dan terkendali adalah hal yang sudah semestinya. Itu hanya mekanisme rutin yang melibatkan kaum wanita!

Beban psikologis tentang adanya stereotip salah kaprah inilah yang mengiringi kecapekan fisik kita mengerjakan semua pekerjaan rumah, menjaga anak-anak, dan lain-lainnya. Tak heran, beberapa wanita menyukai bekerja di luar karena meskipun capek, imbalannya jelas dan membawa kebaikan secara finansial.

Puncak dari seluruh perjuangan itu adalah melawan rasa jenuh dan bosan! See? Butuh kecerdasan intelektual dan emosi yang luar biasa untuk menjadi seorang rumah tangga, bukan? Maka, pada akhirnya saya harus menyadari bahwa profesi ibu rumah tangga memang layak diperjuangkan dan dicita-citakan. Penting menjalaninya layaknya seorang profesional jika ibu rumah tangga menginginkan pilihannya ini memiliki efek yang maksimal. Bukan sekedar terpaksa, sekedar tuntutan, sekedar daripada menjadi lajang pengangguran.

Kita memilih profesi ini tentu dengan segala pertimbangan yang terbaik. Jangan sampai sekedar terpaksanya kita menjadi ibu rumah tangga menjadi kita tidak lebih baik daripada ibu yang aktif bekerja di luar. Sebab, tidak semua ibu yang bekerja di luar itu semata-mata melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Barangkali, bekerja adalah solusi lain dari kehidupan perkawinannya yang tidak bisa kita hakimi. Maka, sekali lagi, semua pilihan pastilah berdasarkan prioritas dalam hidup kita, dan tentu saja, selalu mendatangkan konsekuensi baik dan buruknya.

So, jadi ibu rumah tangga? Harus profesional!



sumber : http://www.ummi-online.com/menjadi-ibu-rumah-tangga-profesional-dengan-gaji-surga.html

Sebuah Kisah Yang Menyentuh Hati



Teguran , Saya menangis dan malu baca cerita ini . . Bilamana artikel ini dirasa bermanfaat bagi Para Sahabat ? Maka Sebarkanlah dgn cara klik tombol “share/bagikan” di bawah catatan ini .

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli.

Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya.

Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup.

Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.



Sumber: sebarkanlah.com

Istri Kita Lah Yang Bangun Paling Pagi Dan Tidur Sampai Larut Malam



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Pernahkah kita menyadari, bahwa istrilah yang bangun lebih pagi, karena harus menyiapkan sarapan untuk keluarga. Sehingga pada saat suami bangun pagi, makanan sudah tersedia. Bahkan istri cukup repot mengurus anak-anak yang harus berangkat ke sekolah. Setelah suami berangkat kerja, anak-anak sudah berangkat ke sekolah, istri harus mencuci pakaian, belanja, dan memasak untuk makan siang.

Lewat tengah hari memberi makan anak-anak, membimbingnya untuk tidur siang, lalu bersih-bersih, dn menyiapkan anak-anak berangkat mengaji, kemudian menyiapkan makan malam, bersih-bersih diri karena sebentar lagi suami pulang dari kantor. Malam menemani anak-anak belajar, lalu ketika anak-anak mulai berangkat tidur, melayani suami sebagai tugas mulia.Sampai suami tertidur pulas dan mendengkur, barulah istri merebahkan badannya perlahan-lahan dan memejamkan mata. Untuk kemudian bangun pagi-pagi sekali sebelum suami dan anak-anak terbangun. Begitulah rutinitas kehidupan seorang istri dalam rumah tangga. Apakah istri tidak layak mendapat penghormatan besar dari suami, terhadap jasanya yang tidak merasa lelah mengurus anak-anak dan keluarga?

Jika anggota keluarga sakit, roda kehidupan rumah tangga harus tetap berjalan, sehingga istri harus pontang panting menghadapi semuanya. Kalau suami sakit, segala kehidupan rumah tangga juga harus tetap berjalan. Bila istri yang sakit, bisa dipastikan aktivitas rumah tangga akan tersendat. Begitu besarnya peranan istri dalam rumah tangga, sehingga seakan-akan tidak boleh sakit. Selain itu, diantara tugas-tugas rutin menyita waktu yang penuh, istri juga harus tampil tetap cantik, kelihatan segar di mata suaminya.

Apabila kesibukan rumah tangga membuat penampilan jadi kedodoran, tidak bergairah, kuyu dan keletihan, banyak mengeluh, akan membuat pandangan suami menjadi negatif. Kehidupan rumah tangga yang dihadapi seorang istri, akan jauh berbeda dengan ketika pertama kali memasuki kamar pengantin, penuh kemesraaan, dan segalanya hanya untuk berdua,

Semakin hari, perubahan bulan dan tahun, setelah hadir anak-anak, aktivitas istri semakin terus bertambah. Namun, banyak suami tidak sedikitpun melirik, dan menyadari peranan istri yang begitu besar dalam rumah tangga, ketika menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga. Malah ada suami yang menggerutu ketika melihat istrinya tidak dapat tampil cantik dan segar, hanya karena tuntutan kesibukan sehari-hari yang mendera hidupnya. Sebenarnya sebagai seorang suami dapat merasakan keberadaan seorang istri dalam rumah tangga dengan rasa kemanusiaan.

Betapa besar dan repotnya tugas istri dalam rumah tangga, ini yang sebaiknya disadari suami, lalu menjalin saling pengertian dan penuh perhatian dengan usaha dan cara-cara yang tepat, agar beban rumah tangga itu tidak terasa berat. Perhatian suami terhadap istrinya yang sudah bekerja keras untuk keluarganya itu dapat merupakan cermin memiliki kehendak yang searah, sama-sama menginginkan kebaikan dan keindahan rumah tangga, menginginkan kemuliaan dan keselamatan dunia akhirat.

Kalau diawal pernikahan, pandangan suami terhadap istrinya adalah kecantikannnya, pada perjalanan berikutnya ialah, pandangan suami terhadap penghargaan kerja keras istri, ketulusannya mengurus keluarga, keramahtamahan, dan kehangatan yang di tengah kesibukannya mengurus keluarga tetap senatiasa terpancar untuk kenikmatan dirinya.

Hati suami sesungguhnya juga cermin, apakah ia memiliki rasa terima kasih terhadap kerja keras istrinya, atau mengabaikannnya, bahkan mencelanya setelah kondisinya yang keletihan dan tidak bersemangat. Keadaan lesu sang istri yang keletihan karena kerja keras setiap harinya itu, terkadang malah dijadikan alasan-alasan suami untuk berniat melirik wanita lain yang lebih muda, bergairah, dan cantik. Dari sinilah sering awal keindahan rumah tangga mulai memudar.

Artinya, pengertian suami sangat diperlukan, kapan saat membutuhkan penampilan istri cantik, segar dan prima. Apabila istri tidak dapat bersikap seperti yang dikehendaki, karena dalam kesibukan mengurus anak yang rewel, dan rumah senantiasa berantakan oleh tingkah laku anak, kata Ruqayyah Warsi Magsood; “Akuilah kerja keras dan pengorbanan mereka, nyatakan kebutuhan Anda dengan kehormatan.”

Perlu diingat, seorang wanita yang mau dilamar menjadi seorang istri dari seorang laki-laki dan bersedia meninggalkan rumah orang tuanya, karena menginginkan suami dapat melindunginya, menghormatinya, yang mencumbuinya, suami memberi waktu untuknya, sehingga waktu tidak hanya untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak saja.

Suami harus mencontoh kehidupan Rasulullah SAW sebagai pemimpin pertempuran dimana-mana, tetapi ketika bersama istri-istrinya senantiasa memberikan kasih sayang dan kedamaian, tidak membebani istri, berusaha meringankan tugas-tugas istri, dan selalu menghindari kata-kata kasar dan menyakitkan. Sabda Rasulullah Saw : ”Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik kepada istriku”.

Suatu hal yang harus diketahui suami, bahwa hadiah termahal yang diberikan suami kepada istrinya dan anak-anaknya adalah berdialog, berkomunikasi, menyediakan kesempatan dan waktu untuk dapat bercanda. Apabila kita lihat kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersama para istrinya, maka kehidupannya merupakan contoh bagaimana canda tawa, cumbu rayu, kemesraan, sanjungan, keakraban selalu menghiasi dengan pujian-pujian.

Jika suami telah menutup mata dengan hal-hal yang baik seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu, berarti hatinya sudah terhimpit batu keras, sehingga perilaku seperti batu. Sementara kita hidup dengan ruh, bukan jasad saja, bagaikan batu. Kita bukan seperti batu yang tidak punya ruh.

Kita memiliki kehangatan yang selalu diiringi senyuman, sapaan manis yang dapat menghilangkan beban kelelahan fisik istri yang telah bekerja keras dari pagi buta hingga larut malam, sehingga hatinya menjdai berbunga dengan pujian. Mengapa tidak bercermin pada rumah tangga Rasulullah SAW, yang pantas dijadikan teladan?

Firman Allah SWT : “Sesunggunya telah ada pada Rasulullah (Muhammad SAW) teladan yang baik bagi siapa yang mengharap (anugrah) Allah dan (ganjaran di) Hari Kemudian, serta banyak menyebut nama Allah” (Q.S AL-Ahzab :21)

Pujian memang sangat disenangi wanita dan dapat membesarkan hatinya sesuai dengan fitrahnya menyenangi hiasan dan pujian. Bagi seorang istri, pujian adalah dasar yang kuat menjadi pondasi hubungan rasa cinta, kasih sayang, produktivitas dan pembinaan. Pujian akan menciptakan suasana yang kondusif untuk menguatkan hubungan-hubungan itu agar menghasilkan sesuatu yang diharapkan, yaitu kebaikan rumah tangga.

Pujian bagi istri adalah hal yang paling berharga lebih dari perhiasan yang mahal dan baju baru yang indah, karena perasaan dicintai akan muncul dari pujian itu, dan merupakan semangat bagi jiwa, tak ubahnya makanan vitamin bagi tubuh yang lelah. Berterima kasihlah kepada istri yang dengan tangannya, kesungguhannya, ketulusannnya telah menyediakan waktunya untuk menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga.

Ucapkanlah selamat dan terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya dengan kita, kesanggupannya menjaga rumah dan anak-anak dengan baik. Katakan semua itu dengan jujur dan penuh mesra, itu sudah membuatnya bahagia dan menanamkan kasih sayang di hati istri kita.

Bila hati istri senang, ia akan lebih hangat melayani suami dan hidup menjadi tentram dan tenang. Rasulullah AW bersabda : ”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan manusia terbaik diantara kalian adalah yang tebaik kepada istri-istrinya”.

Kebersamaan suami istri dalam rumah tangga adalah diwarnai saling menghormati. Terutama suami memberi penghormatan yang tinggi terhadap kerja keras istri shalehah, yang dirangkum dalam kecintaan yang suci dan setia kepada pasangannya, yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.

Kehidupan suami istri yang baik saling pengertian, dan mau berterima kasih, sehingga akan menjadikan rumah tangga kompak dan istimewa. Masing-masing suami istri menjalankan kewajiban, tugas dan haknya, menuju ke arah membangun rumah tangga bahagia. Dan bagi suami tidak akan mendatangkan bahaya jika berterima kasih kepada istrinya yang telah bangun lebih pagi, dan tidur larut malam saat semua keluarga sudah terlelap, lalu sehari-hari waktunya penuh mengabdi kepada kepentingan rumah tangga.

Disadari atau tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. Dari pagi sampai malam hari, pekerjaan mereka seolah tidak ada hentinya. Mulai dari mengurus anak-anak, melayani keperluan dan kebutuhan suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya, seorang suami harus menghargai jerih payah istrinya. Diantaranya :
  1. Memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya ..
  2. Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya ..
  3. Jika memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu ..
  4. Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatinya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama ..

insya Allah kehidupan rumah tangga kita akan bahagia setiap waktu dan dalam naungan ridha Allah .. Sadarilah itu wahai para suami ..
(Sumber : “Wanita .. di wajahmu kulihat surga” oleh Buya H.M. Alfis Chaniago)
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ..
# BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ALLAH #
-----------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

[https://www.facebook.com/dzikir.cinta/photos/a.562794113739359.1073741825.557444717607632/1341463199205776/?type=3&theater]

Tobatnya Sang Pendukung Ahox: Arsitek ITB Ini Nangis Sesegukan Setelah Jadi Imam Shalat Ashar Mujahid Ciamis

Dunia WanitaAwal mulanya dia tidak ingin hirau agamanya terdapat yang menghina, saat ini dia. . . .  suatu tulisan yang tulus terbuat joni a. koto, seseorang alumnus itb. cerita ini, sudah diskenario oleh alloh untuk seseorang joni a koto, arsitek urban planner, alumni itb 93.

berikut tulisannya sehabis aku edit seperlunya:

aku anggap dunia merupakan soal gimana hidup dan juga cari kehidupan. gimana menikmati dan juga lebih baik dari manusia lain, gimana dapat memiliki status baik, dihargai dengan apa yang dipunya dan juga sedikit jalan - jalan menikmati dunia.

aku anggap orang yang maju dalam agama itu merupakan yang berfikiran luas dan juga penuh toleransi, aku anggap tidak perlulah sangat fanatik hendak suatu, tidak butuh reaktif hendak suatu, keep calm, be cool. janganlah sesekali dan juga ikut - ikutan jadi orang norak. turut kelompok jingkrang - jingkrang dan juga entah apalah itu namanya.


aku tidak turut aksi bela agama ini itu, kamu jangan usil. jangan dengan kamu turut aku tidak, maksudnya kamu masuk syurga aku tidak! aku ini beragama lho, aku turut berpuasa, aku bersedekah dan juga beramal. aku bantu orang - orang, bantu saudara2 aku pula, jangan kamu tanya - tanya soal kedudukan aku ke area. kamu amati orang - orang respek pada aku, temanpun saya banyak. masing - masing kotak sumbangan saya isi.

aku masih heran, apa sih salah seseorang ahox? ia sudah bantu banyak orang, ia benar rada kesat, tetapi hatinya baik kok. aku hargai apa yang sudah ia buat untuk jakarta. aku anggap aksi ini itu cuma soal politis karna kebetulan terdapat pilkada. aku tidak ingin terpengaruh arus serupa sahabat kantor yang seketika pula ingin turut aksi. aku anggap itu kelewatan dan juga sangat cari - cari sensasi. amat pula ingin selfie - selfie. hingga satu dikala.. . .

sore itu 1 desember 2016, dalam gerimis dikala aku terdapat di jalur, dalam mobil mengarah tempat miting, dalam alunan musik barat aku berpapasan dengan rombongan pejalan kaki. aku melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, gunakan pakaian putih - putih, rompi gelap dan juga cuma beralas sendal. wajah mereka lelah, tetapi nyata nampak tidak terdapat paksaan sama sekali di wajah - wajah itu. mereka senantiasa berjalan tertib, berikan jalur ke kendaraan yang ingin melintas. tidak terdapat yang teriak, berlaku keras kepala dan juga aneh - aneh ataupun membawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal - ugalan. ini aneh, lazimnya bahwa sudah berjumpa orang ramai - ramai di jalur aromanya kita sudah paranoid, atmosfer panas dan juga penuh ciri tanya negatif.

sore itu, di jalur saya terasa terdapat kedamaian yang kulihat dan juga kurasa memandang wajah - wajah dan juga pakaian putih mereka yang basah terserang gerimis.

papasan lalu, saya setel radio lain. terdapat berita: rombongan partisipan aksi jalur kaki dari ciamis dan juga kota - kota lain sudah merambah kota. terdapat nama jalur yang mereka lalui. saya sambungkan seluruh data, nyatanya yang saya berpapasan tadi merupakan rombongan itu!

saya tertegun.
lama saya diam. otakku serasa terkunci. analisaku soal gimana orang beragama padat jadwal sekali mencari sebab, tidak kutemukan apa juga yang setimpal dengan pemikiranku. apa yang membikin mereka rela melaksanakan itu seluruh? apa hampir?

saya kian padat jadwal berfikir. apa menurutku mereka itu kelewatan? kerasanya tidak, saya memandang seorang diri muka - muka ikhlas itu. apa mereka terdapat tujuan - tujuan politik? saya kerasa tidak, mayoritas orang saat ini memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu. apakah orang - orang dengan tujuan politik yang gerakkan mereka itu?

saya hitung - hitung, dari data hendak terdapat jutaan partisipan aksi, berapa pengeluaran yang wajib dikeluarkan buat itu bahwa ini tujuan kelompok tertentu. angkanya fantastis, kerasanya mustahil terdapat yg ingin ongkosi karna nilainya sangatah besar.

saya dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis berulang berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih pula, basah kuyup pula. nampak di pinggir - pinggir jalur kanak - kanak sekolah memberikan minuman air mineral dimensi gelas, sedikit kue warung ke mereka. kayaknya itu dari duit jajanan mereka yang tidak seberapa.

saya terdiam kian dalam. ya allah.. . . mengapa saya begitu kurang baik berfikir sepanjang ini? mengapa cuma perihal kurang baik yang ingin saya amati tentang agamaku? mengapa dengan trik pandangku soal agamaku?

saya mampir ke masjid, ingin sholat ashar. saya amati sendal - sandal jepit lusuh banyak sekali berbaris.

saya ambil wudhu.. .
berulang, di teras, kali ini saya berjumpa rombongan tadi, bisa jadi yang tercecer, wajah mereka letih sekali. mereka duduk, terdapat yang minum, terdapat yang rebahan, dan juga lebih banyak yang lagi baca quran. hmmm.. . . . . . . . . . . .

saya sholat seorang diri. tidak lama punggungku dicolek dari balik, ciri memohon saya jadi imam. saya cium aroma tubuh - tubuh dan juga pakaian basah dari balik.

saya takbir sujud, terdapat lagi yang mencolek. nahh kali ini hatiku yang dicolek, entah mengapa hatiku bergetar sekali. saya sujud cukup lama, mereka pula diam. saya bangkit duduk, saya tidak siuman terdapat air bening mengalir dari sudut mataku.

ya allah,. . . saya tidak pantas jadi imam mereka. saya belum sehebat, setulus dan juga seteguh mereka. bagiku agama cuma perihal manis. tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh style, in gaya.. . bla bla bla.
walaupun terdapat hinaan ke agamaku saya wajib senantiasa elok, berfikiran terbuka. mengapa kau pertemukan mereka dan juga saya hari ini ya allah? mengapa saya kau peruntukan saya imam sholat mereka? apa yang bakal kau sampaikan secara individu ke saya?

cuma 3 rakaat saya imami mereka, hatiku luluh ya allah. mataku merah menahan haru.

mereka colek lagi punggungku, terdapat anak kecil umur belasan cium tanganku, wajahnya kuyu, tetapi senantiasa senyum. agak malu - malu saya peluk ia. dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan juga itu tidak bau sama sekali. ini dapat jadi ia anakku pula. apa yang telah kuajarkan anakku soal islam? apakah ia levelnya sekelas anak kecil ini? gerimis aja saya suruh anakku berteduh, ia demam sedikit saya panik. saya nangis dalam hati, di pakaian putihnya terdapat tulisan nama sekolah:. . . smp ciamis.. . kota kecil yang ratusan kilo dari mari. terlihat kakinya bengkak karna berjalan semenjak dari rumah.

kemudian anak itu menceritakan ayahnya tidak dapat turut karna sakit dan juga cuma hidup dari membecak. ayahnya ingin membawa becak ke jakarta bantu nanti bahwa terdapat yang letih, tetapi ia larang.

ya alloh, saya dipermalukan kembali oleh mereka di masjid ini. saya sudah tidak kokoh ya allah.

mereka bangkit, ambil tas - tas dan juga kresek putih dari sudut masjid, berulang berjalan, meninggalkan saya sendirian di masjid. rasa - rasanya memandang punggung - punggung putih itu lenyap dari pagar masjid saya serupa sudah ditinggal mereka yang mengarah syurga.

dan juga kali ini saya yang norak. saya sujud, kemudian saya sholat sunat 2 rakaat. air mataku keluar lagi. kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian.

sudah jam 5an, lama saya di masjid, serasa terkunci tubuhku di mari. miting dengan klien kayaknya batal. saya mikir lagi soal ke - islamanku, soal komitmenku ke allah. allah yang telah mengadakan saya, yang berikan bunda bapakku rejeki, hingga saya berusia dan juga bangga serupa hari ini. di mana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini? terdapat di mana? imanku sudah saya buat nyasar di mana?

saya naik ke mobil, saya mikir lagi. kali ini tanpa kerasa curiga, kurasa terdapat sumbat besar yang telah lepas dalam benakku sepanjang ini. terdapat satu kata simpel sekali tanpa bumbu - bumbu: ikhlas dalam bela agama itu benar nyata terdapat!

saya mampir di minimarket, kali ini pula kian ikhlas, kian mantap. saya beli sebagian dus air mineral, santapan kering, isi dompet saya habiskan penuh emosional! ini kebanggaanku yang kesatu dalam hidup dikala beramal, saya senang sekali!

ya allah ijinkan saya berulang ke jalan - mu yang lurus, yang luas, penuh kepasrahan dan juga kebersihan hati.. . .

ya allah ijinkan saya esok turut shalat jumat dan juga berdoa berbarengan saudara - saudaraku yang sesungguhnya. orang - orang yang amat ikhlas membela - mu. di situ tidak terdapat jarak mereka dengan - mu ya allah. saya pula ingin begitu, terdapat di antara mereka, anak kecil yang basah kuyup hari ini. tidak terdapat penghargaan dari manusia yang kuharap. cuma mau kau terima sujudku. mohon kau terima dengan amat. 

5 Tips Ibu Aminah Buat Anak Kecanduan Tak Berhenti Membaca Al-Qur’an

Anak-anak adalah anugerah terindah buat orangtua. Anak-anak seperti kain putih yang harus didesain oleh ibu dan ayahnya.

Sejak dari kecil lagi, berbagai kebiasaan telah diberikan orangtua kepada anak-anak, agar mereka dapat tumbuh dengan baik. Salah satu kebiasaan orangtua dalam mendidik anak-anaknya ialah memberikan pendidikan untuk membaca Al-Qur’an.

Salah satu contoh keluarga yang memberikan kebiasaan untuk membaca Al-Qur’an ialah keluarga Siti Aminah Sulaiman.


Ibu asal negeri Jiran, Malaysia ini membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an setiap hari agar mereka mencintai Al-Qur’an. Sebagai seorang ibu yang bertugas mendidik anak-anak dan mengatur urusan rumah tangga, Aminah termasuk ibu yang cerdas lagi sholeha.

Pasalnya, lewat didikannya akhirnya anak-anak Aminah sudah menjadikan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang sangat penting dalam keseharian mereka. Bahkan, salah satu anak lelakinya kecanduan untuk membaca Al-Qur’an, hingga ia tidak bisa berhenti sehari pun untuk membaca Al-Qur’an. Subhana Allah.

Lantas, seperti apa sih cara Aminah membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an?

Dikutip siakap keli, berikut beberapa pendekatan yang digunakan Aminah dalam melatih anaknya agar cinta Al-Qur’an :


1. Berhenti Menyuruh Anak
Menurut Aminah, cara pertama yakni berhenti menyuruh anak untuk membaca Al-Qur’an. Artinya sebagai orangtua kita tidak hanya meyuruh anak tapi harus memberikan tauladan atau contoh yang baik kepada anak-anak terlebih dahulu.

Misalnya Aminah, ia mengitikadkan membaca Al-Qur’an setiap selesai shalat wajib. Demi memberikan tauladan, biasanya waktu antara maghrib ke Isya Aminah meninggalkan semua agenda belanja barang dapur dan kebutuhan lainnya. Ia memberikan teladan kepada anak-nya untuk membaca Al-Qur’an.

Saat Aminah sudah membiasakan membaca Al-Quran selesai shalat, awalnya anak-anaknya hanya cuek dan mengintipnya saja. Namun, setelah beberapa hari anaknya mulai penasaran dan mendekati Aminah hingga mereka pun ingin belajar dan membiasakan baca Al-Qur’an sama sepeti ibunya.

Jika hal itu konsisten dilakukan, maka orangtua tidak perlu menyuruh dulu anaknya untuk membaca Al-Qur’an tapi justru sang anak yang menginginkannya.

2. Meluangkan Waktu untuk Membuat Halaqah Al-Qur’an
Aminah membuat agenda keluarga untuk membuat halaqah qur’an. Setiap hari Jumat, ia mewajibkan keluarganya untuk membuat halaqah, dimana mereka duduk dalam lingkaran, kemudian bergantian membaca Al-Qur’an. Biasanya Aminah membaca Surah Al kahfi setiap hari Jumat.

3. Tadabbur Terjemahan Al-Qu’ran
Agar anak-anaknya tertarik untuk mentadaburi Al-Qur’an, maka Aminah mulai membiasakan tadabbur terjemahan Al-Quran. Akhirnya setelah ia konsisten, anak-anaknya pun penasaran dan ingin mengikuti apa yang dilakukan ibu mereka.

Saat mereka mendengarkan tadabbur terjemahan Al-Qur’an, anak-anak mulai mengerti makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang setiap hari mereka baca.

4. Mencoba Menghafal Al-Qur’an Bersama
Jika sebelumnya anak-anak Aminah biasa menghafal Al-Qur’an sendiri, maka untuk membuat anaknya tidak bosan untuk menghafal Al-Qur’an, maka Aminah mengajak anaknya untuk menghafal Al-Qur’an bersama-sama.

Setelah ia ikut menghafal Al-Qur’an, Aminah baru mengetahui susahnya menghafal Al-Qur’an. Akhirnya, ia pun memahami apa yang anaknya lalui untuk menghafal Al-Qur’an.

5) Puji Anak Depan Suami
Untuk membuat minat anak semakin besar terhadao Al-Qur’an, maka Aminah biasa memuji setiap perkembangan anaknya dalam mempelajari Al-Qur’an kepada suaminya. Aminah sengaja memuji anak-anak di depan ayahnya, agar mereka merasa diakui dan semangatnya semakin besar untuk mempelajari Al-Qur’an.

Bagaimana ibu sholeha, apakah Anda sudah memahami tips cerdas bagi ibu sholeha untuk mengajak anaknya cinta Al-Qur’an?

Yaps, intinya sebelum orangtua mengajak anak untuk cinta Al-Qur’an maka orangtua harus terlebih dahulu mencintai Al-Qur’an, maka barulah lahir anak-anak pecinta Al-Qu’ran. Selamat menjadi pendidik cerdas dan sholeha. Selamat mencoba!

Sumber: islampos.com